apalagi.net-SAMARINDA. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) Agus Suwandi mengingatkan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai nilai yang benar-benar hidup dalam keseharian masyarakat.
Menurutnya, tantangan kebangsaan saat ini menuntut penguatan karakter dan persatuan sejak dari lingkungan terdekat. Hal itu disampaikan Agus Suwandi saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) ke-1 terkait Perda Nomor 9 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, yang berlangsung di Kecamatan Samarinda Ulu pada, Sabtu (5/1/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Agus Suwandi menegaskan bahwa penguatan ideologi Pancasila tidak cukup hanya melalui pendidikan formal atau hafalan teks semata. Ia menilai nilai-nilai dasar seperti gotong royong, toleransi, dan persatuan harus tercermin dalam perilaku sehari-hari masyarakat.
“Kalau Pancasila hanya dihafal tanpa diamalkan, maka nilainya akan hilang. Justru melalui tindakan nyata seperti saling menghargai dan bekerja sama, Pancasila bisa benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, lahirnya Perda Nomor 9 Tahun 2023 merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan ideologi masyarakat, terutama dalam menghadapi arus globalisasi dan masuknya paham-paham yang tidak sejalan dengan nilai kebangsaan.
Menurutnta, generasi muda menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus dalam penanaman wawasan kebangsaan. Oleh sebab itu, peran keluarga, lembaga pendidikan, serta lingkungan sosial dinilai sangat krusial dalam membentuk karakter nasionalisme sejak usia dini.
“Penanaman wawasan kebangsaan harus dimulai dari lingkup terkecil. Dari rumah dan sekolah, nilai kebinekaan dan cinta tanah air bisa tumbuh kuat,” katanya.
Melalui sosialisasi perda tersebut, Politisi Partai Gerindra itu juga berharap masyarakat semakin memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga keutuhan NKRI serta menjadikan Pancasila sebagai pedoman moral dalam kehidupan bermasyarakat.
“Dengan pemahaman Pancasila yang kuat, kita akan lebih siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” pungkasnya.
