apalagi.net-SAMARINDA. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendorong masyarakat lokal untuk mengambil peran strategis dalam menopang kebutuhan dasar Ibu Kota Nusantara (IKN), khususnya di sektor pangan. Seiring pembangunan IKN di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, jumlah penduduk Kaltim diperkirakan akan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H Seno Aji, menyampaikan bahwa populasi Kaltim yang saat ini sekitar 4 juta jiwa berpotensi bertambah menjadi 5 hingga 6 juta jiwa, terutama akibat arus masuk penduduk ke kawasan IKN. Kondisi ini, menurut dia, akan memicu lonjakan kebutuhan konsumsi yang harus diantisipasi sejak dini.
“Kalau tidak disiapkan dari sekarang, kebutuhan pangan IKN akan dipenuhi dari luar daerah. Padahal masyarakat Kaltim memiliki peluang besar untuk menjadi penopang utama,” ujar Seno Aji saat Diskusi Panel IKN sebagai Tonggak Kemajuan Indonesia di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan, arah pembangunan ekonomi Kaltim ke depan perlu bertransformasi dari ketergantungan pada sektor sumber daya alam menuju penguatan ekonomi berbasis kerakyatan. Mengacu pada hasil kajian Badan Pusat Statistik (BPS), sektor ekonomi rakyat dinilai lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.
Seno Aji menilai generasi muda memiliki peran penting dalam perubahan tersebut. Anak muda Kaltim diharapkan tidak hanya menggantungkan masa depan pada sektor pertambangan, tetapi mulai mengembangkan usaha pertanian, perikanan, dan peternakan yang terintegrasi dengan kebutuhan IKN.
Ia mencontohkan masih adanya pasokan pangan dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan di Kaltim, seperti pengiriman telur dari Sulawesi Selatan dalam jumlah besar. Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya ruang bagi produksi lokal untuk diperkuat.
“IKN membutuhkan pasokan pangan dalam jumlah besar dan berkelanjutan. Ini mencakup ikan, sayuran, daging, hingga produk peternakan lainnya. Semua itu bisa diproduksi oleh masyarakat Kaltim sendiri,” katanya.
Diskusi panel tersebut menghadirkan Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Dr Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, sebagai narasumber. Sejumlah akademisi turut memberikan pandangan, antara lain Wakil Rektor Universitas Mulawarman Prof Moh Banzar dan Rektor UNU Kaltim Dr H Farid Wadjdy, serta mantan Gubernur Kalimantan Utara periode 2016–2021 Dr Irianto Lambrie.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan perangkat daerah Pemprov Kaltim, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta mahasiswa yang diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem pembangunan IKN secara berkelanjutan.
