apalagi.net-KUTIM. Pemanfaatan teknologi informasi dalam kehidupan masyarakat terus berkembang dan kini menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat demokrasi. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kalimantan Timur, Agus Aras, saat menggelar kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) di Sangatta Selatan, Kutai Timur, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Teknologi Informasi untuk Efektivitas Pengawasan Publik dan Demokrasi Daerah” itu dihadiri puluhan warga. Dalam forum tersebut, Agus Aras menekankan bahwa kemajuan teknologi tidak hanya menghadirkan kemudahan dalam berkomunikasi, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan.
Menurutnya, teknologi informasi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari. Berbagai perangkat digital memungkinkan masyarakat memperoleh informasi dengan cepat sekaligus menyampaikan aspirasi secara lebih luas.
“Perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat berinteraksi dan mengakses informasi. Kondisi ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat pengawasan publik terhadap kebijakan yang dijalankan pemerintah,” kata Agus Aras.
Politikus Partai Demokrat itu menjelaskan bahwa penerapan teknologi informasi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan publik. Berbagai layanan pemerintahan kini dapat diakses secara daring sehingga memudahkan masyarakat tanpa harus datang langsung ke kantor-kantor pelayanan.
Ia menilai digitalisasi menjadi salah satu langkah penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih efisien, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Dalam kesempatan yang sama, narasumber kegiatan, Aswadi, mengingatkan pentingnya peningkatan literasi digital di tengah tingginya penggunaan media sosial oleh masyarakat. Menurutnya, kemampuan memahami dan memanfaatkan teknologi secara bijak menjadi faktor penting agar informasi yang beredar dapat digunakan secara positif.
Aswadi mengatakan teknologi informasi memiliki peran strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Melalui keterbukaan informasi dan partisipasi masyarakat, pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan dapat berjalan lebih efektif.
“Teknologi informasi menjadi sarana yang mampu memperkuat transparansi pemerintah sekaligus membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas dalam proses demokrasi,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Agus Aras berharap masyarakat semakin memahami manfaat teknologi digital dan mampu memanfaatkannya secara produktif untuk mengawal pembangunan serta kebijakan publik di daerah.
