apalagi.net-SAMARINDA. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) membuka wacana agar kebijakan pembebasan biaya kuliah yang diterapkan melalui program GratisPol Pendidikan dapat dikembangkan secara nasional.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyampaikan gagasan tersebut saat menjadi pembicara dalam Forum Nasional Youth Summit 2026 di Hotel Santika Premiere Semarang, Jumat (21/8/2026).
Dalam forum yang mempertemukan pelajar dan generasi muda dari berbagai daerah itu, Seno memaparkan strategi Pemprov Kaltim memperluas akses pendidikan, mulai dari sekolah menengah hingga perguruan tinggi.
Seno mengatakan pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan faktor ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak Kaltim dalam memperoleh pendidikan.
“Kami punya program pendidikan gratis, program seragam gratis untuk jenjang SMA/SMK dan sederajat, termasuk pendidikan tinggi gratis bagi putra-putri Kaltim untuk jenjang S1, S2, dan S3,” kata Seno.
Dia menilai kebijakan tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur.
Seno kemudian mengajak pemerintah pusat melihat pengalaman Kaltim dalam menjalankan program pendidikan gratis, khususnya pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT).
“Kita berharap program ini juga bisa menjadi program nasional. Kaltim bisa menjadi contoh, karena Kaltim merupakan provinsi pertama yang memberikan UKT gratis bagi para mahasiswa,” ujarnya.
Anggaran GratisPol S1 Capai Rp1,18 Triliun
Besarnya perhatian Pemprov Kaltim terhadap pendidikan tercermin dari alokasi anggaran GratisPol pada 2026. Berdasarkan dokumen perencanaan Pemprov Kaltim, target penerima GratisPol S1 pada 2026 mencapai 149.307 mahasiswa.
Untuk program GratisPol S1, anggaran yang disiapkan dalam paparan Seno mencapai Rp1,18 triliun.
Sementara GratisPol untuk jenjang S2 dan S3 mendapat pagu Rp133,66 miliar dengan kebutuhan riil Rp126,72 miliar. Program tersebut ditujukan kepada 7.449 penerima.
Tidak hanya mahasiswa yang kuliah di dalam Kaltim, bantuan juga disiapkan bagi mereka yang menempuh pendidikan di luar daerah.
GratisPol Luar Kaltim pada 2026 memiliki pagu Rp12,87 miliar dengan sasaran 892 mahasiswa. Adapun GratisPol Luar Negeri dialokasikan Rp14,84 miliar untuk 133 penerima.
Pemprov Kaltim juga menyiapkan GratisPol Khusus dengan anggaran Rp34,50 miliar untuk 1.200 penerima. Dengan skema tersebut, program GratisPol dirancang menjangkau mahasiswa pada berbagai jalur pendidikan, baik di dalam maupun luar wilayah Kaltim.
Target penerima untuk beberapa kategori GratisPol 2026 juga tercantum dalam dokumen resmi Pemprov Kaltim.
Bantuan Pendidikan Tak Berhenti di Perguruan Tinggi
Seno menegaskan kebijakan pendidikan Kaltim tidak hanya menyasar mahasiswa.
Pemprov Kaltim juga memberikan bantuan seragam bagi siswa SMA, SMK dan sederajat. Pada 2025 tercatat 63.718 siswa menerima bantuan, sedangkan pada 2026 jumlah penerima mencapai 63.548 siswa.
Selama dua tahun, total penerima bantuan seragam mencapai 127.266 siswa.
Menurut Seno, bantuan tersebut diberikan untuk menekan pengeluaran keluarga yang berkaitan dengan kebutuhan sekolah.
Selain bantuan seragam, Pemprov Kaltim mengembangkan program Bilingual School di 70 SMA negeri.
Melalui program tersebut, proses pembelajaran dilakukan dengan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Kebijakan ini ditujukan untuk memperkuat kemampuan siswa agar lebih siap menghadapi persaingan pendidikan maupun dunia kerja di tingkat internasional.
“Kita menyiapkan generasi muda Kaltim yang mampu bersaing di panggung internasional,” tutur Seno.
Dibawa ke Panggung Nasional
Seno menyampaikan program GratisPol di tengah forum nasional bukan semata untuk memperkenalkan kebijakan Kaltim. Dia ingin pengalaman daerah tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi daerah lain.
Menurutnya, perluasan akses pendidikan tinggi harus menjadi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia.
Pelaksanaan GratisPol sendiri telah berjalan sepanjang 2026. Pemerintah Provinsi Kaltim juga secara berkala mengumumkan calon penerima melalui portal resmi program, termasuk mahasiswa jalur SNBT dan mahasiswa perguruan tinggi luar daerah.
Pada tahap sebelumnya, Pemprov Kaltim juga telah menyalurkan bantuan pendidikan kepada puluhan ribu mahasiswa. Hingga pencairan tahap kedua pada Maret 2026, total 48.676 mahasiswa tercatat menerima bantuan dengan dana yang telah disalurkan mencapai Rp220,65 miliar.
Forum Nasional Youth Summit 2026 turut dihadiri Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Moch. Abduh, Rektor Undip Suharnomo, Ketua ALJIRO SMAN 1 Semarang Mayjen TNI (Purn.) H Hendardji Soepandji, Ketua Pelaksana Youth Summit 2026 Prof. Bulan Prabawani serta para pelajar peserta kegiatan.
Melalui forum tersebut, Pemprov Kaltim menempatkan GratisPol sebagai bagian dari strategi memperluas kesempatan belajar sekaligus menyiapkan generasi muda yang memiliki daya saing lebih kuat.
