apalagi.net-SAMARINDA. Sebanyak 20 pelajar SMA dan SMK sederajat dari berbagai wilayah di Kalimantan Timur mengikuti Lomba Pidato AHY Muda yang digelar DPD Partai Demokrat Kaltim di Samarinda, Selasa (18/8/2026).
Ajang tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menyambut HUT ke-25 DPD Partai Demokrat Kaltim yang jatuh pada 9 September mendatang.
Berbeda dari kegiatan yang sekadar bersifat seremonial, lomba ini diarahkan menjadi ruang bagi pelajar untuk mengasah kemampuan berbicara di depan publik sekaligus menyampaikan pandangan mengenai berbagai persoalan.

Agus Aras, selaku ketua panitia mengatakan keterlibatan pelajar merupakan bagian dari upaya memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda.
Menurutnya, kemampuan menyampaikan gagasan menjadi modal penting bagi anak muda yang kelak akan mengambil peran dalam kepemimpinan.
“Kaum muda nantinya yang akan menerima estafet kepemimpinan. Karena itu, mereka perlu diberikan ruang untuk berani menyampaikan gagasan,” ujar Agus Aras.
Anggota DPRD Kaltim itu mengatakan kompetisi di tingkat daerah juga menjadi pintu bagi peserta untuk melangkah ke tingkat nasional. Dua peserta terbaik akan dikirim mengikuti lomba pidato serupa di Jakarta.
Namun, peserta yang lolos tidak langsung diberangkatkan. Panitia akan memberikan pembinaan terlebih dahulu untuk memperkuat kemampuan mereka.
“Juara satu dan dua akan kami ikutkan dalam lomba di Jakarta. Sebelum berangkat, mereka akan kami bina terlebih dahulu,” katanya.
Kemampuan Komunikasi Jadi Penilaian
Salah satu juri lomba, Abdurrahman Amin yang juga Ketua PWI Kaltim mengatakan materi yang dibawakan peserta cukup beragam dan secara umum mampu menunjukkan kemampuan berpikir pelajar.
Meski demikian, panitia menemukan sejumlah aspek yang masih perlu diperbaiki. Salah satunya kemampuan mengartikulasikan gagasan secara jelas dan proporsional.
“Karena ini lomba pidato, ada peserta yang kurang artikulasi, kadang juga terlalu berlebihan,” ujar Rahman.
Selain penguasaan materi, penilaian mencakup teknik penyampaian, gestur, serta kemampuan peserta membangun komunikasi dengan audiens.
Menurutnya, pidato yang baik tidak hanya ditentukan oleh isi materi. Cara menyampaikan pesan juga menjadi faktor penting agar gagasan dapat diterima oleh pendengar. Dari 20 peserta yang mengikuti kompetisi, akan dipilih tiga pemenang. Juara pertama memperoleh hadiah Rp750 ribu, juara kedua Rp500 ribu, dan juara ketiga Rp250 ribu.
Hasil perlombaan dijadwalkan diumumkan pada 20 Agustus.
Sementara pengumuman juara utama akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pada 23 Agustus.
Demokrat Siapkan Agenda Lanjutan
Rangkaian peringatan yang digelar Demokrat Kaltim tidak berhenti pada lomba pidato. Kegiatan Penyampaian Aspirasi Masyarakat dijadwalkan berlangsung pada 20 Agustus.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan Pesta Rakyat yang menjadi puncak rangkaian kegiatan pada 23 Agustus di Lapangan Prevab Samarinda.
Melalui sejumlah agenda tersebut, Demokrat Kaltim berupaya menggabungkan momentum peringatan kemerdekaan dengan kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Lomba pidato juga diharapkan menjadi wadah awal bagi pelajar untuk membangun kepercayaan diri, kemampuan berargumentasi, serta keberanian tampil di ruang publik.
